Yup! Ramalan, yang namanya ramalan pasti nggak jauh dari apa yang namanya zodiak atau yang sering kita sebut ramalan zodiak. Itu tuh ramalan dari kampung halamanya Om Hercules.
Ngomong-ngomong soal zodiak, ada yang tahu nggak sich apa itu zodiak? Jangan-jangan masih ada yang nggak ngeh nih. Tapi tenang, kita bakal jelasin kok. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang sering kita sebut KBBI, zodiak sendiri itu artinya; lingkaran khayal di cakrawala yang dibagi menjadi dua belas perbintangan, yaitu: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces.
Nah, lain kampung halaman lain pula ramalannya. Kalo di Yunani ada zodiak di Jawa nggak mau kalah, di kampung halaman Om Gathot Kaca ada yang namanya Primbon.
Iseng atau Butuh??!
Ternyata eh ternyata, ramalan kini udah sulit banget dibedain antara keisengan dengan kebutuhan. Buktinya? Coba aja perhatiin, ramalan yang dulunya cuma seminggu sekali ada di majalah, koran atau di radio. Kini bisa bisa setiap hari dan nggak hanya melalui majalah, koran atau radio tapi udah masuk tipi and hape.
Ini membuktikan kalau kegiatan ramal-meramal kini nggak hanya iseng, tapi juga jadi kebutuhan and komoditi. Sedikit nyenggol soal ekonomi, yang namanya penawaran nggak bakalan ada kalau nggak ada yang namanya permintaan. Jadi, yang menyebabkan iklan tentang ramalan menjamur adalah permintaan soal ramalan yang menjamur pula.
Awalnya sich ngakunya cuma iseng, tapi pas ngebaca ramalan pake dicocok-cocokin segala. Kan jadi aneh? Ngakunya ngebaca ramalan cuma buat iseng tapi lama kelamaan jadi kebutuhan. Jadi bingung, sebenernya butuh apa butuh?
Melihat fakta banyak remaja bahkan orang dewasa yang butuh, akhirnya ada juga yang memanfaatkan hal ini. Coba perhatiin, pas kamu lihat tipi pasti pernah lihat iklan yang seperti ini: ”Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon, nggak cocok kerja di air. Harusnya berdagang.” Terus nyaranin buat penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu.
Bahkan nih, saking pinternya manfaatin animo masyarakat yang tinggi. Nggak tanggung-tanggung, mereka berani pasang tarif Rp 2000/SMS. Nah sekarang coba kamu hitung, berapa keuntungan mereka? Bayangin kalau yang daftar tu 1000 orang, udah dapet 2 jt deh. Itu kalau 1000 orang, kalau lebih? Penduduk kita kan 200 jt lebih. Coba hitung berapa keuntungan mereka! Terus SMS yang kita terima nggak cuma seminggu sekali, tapi bisa beberapa hari sekali. Itu kalau kita lagi ada pulsa, kalau pulsa abis ya nggak dapet SMS lah.
Padahal nih, semua ramalan yang kita dapet tu cuma bo’ongan. Buktinya nggak semua ramalan itu bener? Kalo kamu pinter apalagi kamu seorang muslim, jangan percaya deh dengan yang namanya ramalan. Tapi kadang kita suka ketipu (ditipu kok suka) karena ada beberapa ramalan yang bener. Mengenai ramalan yang bener, Aisyah ra. menjelaskan:
”Rosulullah saw. pernah ditanya oleh sekelompok manusia tentang masalah tukang tenung (sihir), maka jawab Rosulullah saw.”Mereka bukan apa-apa,” mereka pun bertanya lagi: ”Ya Rosulullah sesungguhnya mereka itu kadang-kadang menceritakan sesuatu yang ternyata benar.” Maka jawab Rosulullah saw: ”Kalimat itu dari Allah Swt. yang dicuri oleh Jin lalu diulang-ulanginya ketelinga kekasihnya dengan dicampur100 kedustaan.”(HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim, dalam kitab Terjemah Nailul Authar Juz VI, hlm. 2686).
Padahal nih, semua ramalan yang kita dapet tu cuma bo’ongan. Buktinya nggak semua ramalan itu bener? Kalo kamu pinter apalagi kamu seorang muslim, jangan percaya deh dengan yang namanya ramalan. Tapi kadang kita suka ketipu (ditipu kok suka) karena ada beberapa ramalan yang bener. Mengenai ramalan yang bener, Aisyah ra. menjelaskan:
”Rosulullah saw. pernah ditanya oleh sekelompok manusia tentang masalah tukang tenung (sihir), maka jawab Rosulullah saw.”Mereka bukan apa-apa,” mereka pun bertanya lagi: ”Ya Rosulullah sesungguhnya mereka itu kadang-kadang menceritakan sesuatu yang ternyata benar.” Maka jawab Rosulullah saw: ”Kalimat itu dari Allah Swt. yang dicuri oleh Jin lalu diulang-ulanginya ketelinga kekasihnya dengan dicampur100 kedustaan.”(HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim, dalam kitab Terjemah Nailul Authar Juz VI, hlm. 2686).
Tuh kan, Rosulullah saw. udah bersabda demikian. Kalau pun ramalan itu bener, itu cuma perkataan Allah Swt. yang dicuri oleh Jin. Kemudian oleh Jin dibisikan ketukang ramal dengan 100 kebohongan. Gimana? Masih mau percaya dengan ramalan? Inget! Masa depan cuma Allah Swt. aja yang tahu karena masa depan itu perkara yang ghaib, dan yang lain nggak bakalan dikasih tahu sama Allah SWT. kecuali dengan izin-Nya. Nah kalo ada yang ngaku-ngaku tahu, itu sama aja dengan bo’ong. Sebab Allah Swt. telah berfirman: ”(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridloi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) dimuka dan dibelakangnya.”(TQS. al-Jin [72]: 26-27) Gimana? Masih percaya ramalan?
Terus Gimana Hukumnya dalam Islam?!?
Pertanyaan bagus (kalo kamu bertanya seperti itu), kita apalagi yang berstatus sebagai seorang muslim, wajib menghukumi segala sesuatu berdasarkan apa yang Islam putuskan. Karena Allah Swt. pernah berfirman: ”Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya, maka sungguh, dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.”(TQS. al-Ahzāb [33]: 36)
Soal ramalan, hati-hati itu mungkin kata yang tepat buat kita. Kenapa? Karena kalo kita sampai dateng ketempat tukang ramal kemudian percaya sama ramalanya. Bisa-bisa nih, sholat kita bakal gak diterima selama 40 hari. Rosulullah saw bersabda (yang artinya):”Barangsiapa datang ketempat tukang ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakan (si peramal), maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.”(HR.Muslim)
Bahkan dalam hadits yang lain, Rosulullah saw pernah bersabda (yang artinya):”Bukan dari golongan kami siapa saja yang merasa sial, atau minta diramalkan kesialanya, atau menenung, atau minta ditenungkan, atau menyihir, atau minta disihirkan.”(HR.Thabrani)
Nah lho, udah sholat gak diterima selama 40 hari, dianggap bukan golongan umat Rosulullah saw. lagi. Gimana? Masih tetep mau percaya sama ramalan?
Buat menanggulangin masalah ini, perlu adanya solusi, biar hal ini gak berlarut-larut dan menambah korban. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya turun tangan memberantas segala peraktek ramal-meramal. Tapi bakalan sulit, bahkan gak mungkin kalo pemerintah masih tetep nerapin sistem Kapitalistik seperti yang sekarang ini, sistem yang membolehkan apa saja asal bisa memberikan pamasukan.
Contohnya aja nih, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara aja dibiarin bercokol di Kota Pahlawan, Surabaya. Gak cuma itu, majalah Playboy aja dibiarin lolos, padahal umat menolak Playboy beredar, dan masih banyak fakta yang lain yang gak bisa disebutin satu-persatu saking banyaknya. Semua ini menunjukan kalo hukum dan sistem kita sekarang nggak bisa di harapkan.
Contohnya aja nih, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara aja dibiarin bercokol di Kota Pahlawan, Surabaya. Gak cuma itu, majalah Playboy aja dibiarin lolos, padahal umat menolak Playboy beredar, dan masih banyak fakta yang lain yang gak bisa disebutin satu-persatu saking banyaknya. Semua ini menunjukan kalo hukum dan sistem kita sekarang nggak bisa di harapkan.
Jadi, kalo Pemerintah mau bener-bener ngelindungin rakyatnya, Pemerintah harus bahkan wajib nerapin Islam, yang merupakan sistem yang berasal dari yang Maha Benar Allah SWT. Inget! Islam gak hanya ngatur ibadah tapi juga juga negara. Sejarah mencatat bahwa Islam-lah yang berperan dalam kemajuan peradaban Barat sekarang.
Nah buat kita-kita, mulai deh dari sekarang kita kaji Islam, biar kita tahu mana yang haram dan mana yang halal, terus amalin kemudian sampaikan ke temen-temen kita. Jangan tunggu nanti, karena nggak ada yang bisa menjamin kita nanti akan hidup.
Inget! Waktu yang paling baik untuk berubah adalah sekarang!!
Inget! Waktu yang paling baik untuk berubah adalah sekarang!!
Wallahu a’lamu bish shawab. (YZ)
1 Komentar
nah ini ni yg gw mau bilang ke tmen2 gw, makasih atas artikelnya ya
Balas